Gereja Katolik di Ogan Hilir Dirusak OTK, Kapolres: Ini Murni Kriminal
Kemudian pelaku memecahkan kaca dengan batu kali, menumpukkan kursi plastik dan patung Bunda Maria di tengah ruangan dan membakarnya. Setelah melakukan aksi pengerusakan dan pembakaran itu, para pelaku melarikan diri. Masyarakat sekitar gereja yang mengetahui aksi tersebut langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) membantu menyiram api sehingga kebakaran besar bisa dihindari.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad meyakinkan, aksi pengerusakan itu murni tindakan kriminal. Ia tak melihat ada unsur SARA dalam pengrusakan itu. Gazali pun mengimbau warga untuk tak terpancing dengan kasus tersebut. "Ini murni kasus kriminal, bukan SARA," tegas Gazali.
Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku yang kabur setelah merusak beberapa peralatan gereja. Dari oleh tempat kejadian perkara, polisi mengamankan dua buah palu besar yang digunakan pelaku untuk merusak daun pintu, dua buah batu kali, satu daun jendela dan satu kursi yang terbakar sebagai barang bukti.
Gereja yang dirusak oleh sekolompok orang tidak dikenal itu baru selesai direnovasi dan diresmikan pemakaiannya kembali pada Minggu 4 Maret 2018 oleh Uskup Palembang.
Editor: Donald Karouw