Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolda Riau Temui Ustaz Abdul Somad, Bahas Kerukunan dan Kamtibmas
Advertisement . Scroll to see content

Fahira: Penolakan Dakwah Ustaz Abdul Somad seperti Kaset Rusak

Selasa, 04 September 2018 - 01:00:00 WIB
Fahira: Penolakan Dakwah Ustaz Abdul Somad seperti Kaset Rusak
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tausiah pada acara pengajian di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (19/8/2018). (Foto: Antara/Rahmad).
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Aksi segelintir masyarakat menghalang-halangi dan menolak kegiatan dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) disesalkan sejumlah kalangan. Penolakan itu dianggap mengada-ada dan sangat berlebihan karena mengaitkan dengan gerakan radikal yang mengancam NKRI.

Senator atau anggota DPD Fahira Idris menungkapkan, penolakan terhadap UAS yang sangat tendensius sudah kelewat batas. Apalagi pelarangan tersebut disertai ancaman dan intimidasi.

“Alasan penolakan UAS itu kan seperti kaset rusak. Itu-itu saja yang dijadikan alasan. Tuduhan bahwa UAS hanya dijadikan domplengan oleh ormas radikal sangat tidak masuk akal dan merendahkan nalar umat dan jamaah yang mengundang UAS berceramah,” ujar Fahira di sela-sela kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/9/2018).

Menurut Fahira, selama 20 tahun usia reformasi, baru beberapa tahun belakangan ini, pelarangan, ancaman, dan intimidasi tidak hanya terhadap kegiatan dakwah tetapi juga terhadap berbagai kegiatan menyuarakan aspirasi begitu masif terjadi.

Senator Fahira Idris. (Foto: Okezone/dok)

Sebagai informasi, lewat akun facebook dan instagram resminya UAS mengumumkan karena kerap mendapat ancaman, intimidasi dan pembatalan ketika ingin menyampaikan tausiah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang, Jawa Tengah. UAS akhirnya membatalkan rencana ceramah dalam tiga bulan ke depan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut