Epidemiolog Nilai Sumsel Perlu Tes Acak Covid-19, Ada Apa?
Selain itu menurutnya, dengan tes acak di kawasan tertentu maka akan lebih mudah bagi pemerintah dalam mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap pembatasan-pembatasan kegiatan.
Sementara Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri menyebut tes acak dapat dilakukan jika rasio tes usap telah memenuhi standar WHO yakni 1/1000 penduduk atau setara 10.000 jiwa per hari di Sumsel.
"Saat ini tes usap baru 500 sampel atau 200-300 orang per hari, artinya untuk yang wajib saja belum bisa dipenuhi," katanya.
Sementara tidak adanya laporan kluster wisata, kegiatan-kegiatan dan pusat perbelanjaan atau ruang publik lainnya di Sumsel hingga kini karena kontak erat kasus-kasus yang ada masih dominan dari kluster keluarga.
"Misalnya ada orang dari acara buka bersama lalu dia pulang ke rumah ternyata menularkan ke anggota keluarganya, maka jadi kluster keluarga, pola-pola seperti ini yang banyak terjadi di Sumsel," kata Yusri.
Ia memang tidak menampik adanya kasus-kasus tanpa gejala yang mungkin tidak terdeteksi dan berkeliaran, namun selagi masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan, menurutnya, penyebaran Covid-19 dapat ditekan.
Editor: Berli Zulkanedi