Cerita Mengejutkan Pelajar SD di Palembang Jadi Kamerawan Tawuran Siswa SMA
Mendapat cerita dari siswa tersebut Kepala SD Negeri 204 Mgs Ali Khameini mengatakan, “Anak -anak ini masih polos mereka dengan jujur menceritakan apa yang mereka lakukan dan mereka lihat.”
Saat ditanya, siapa yang pernah ikut tawuran atau perang sarung? Serentak beberapa siswa tunjuk tangan. Siswa itu maju ke depan dan menceritakan bagaimana mereka melakukan perang atau tawuran sarung sesama anak-anak yang dilakukan malam hari di bulan Ramadhan.
Tawuran atau perang sarung selama Ramadhan juga disampaikan siswa dari SD Negeri 9 yang beralamat di Jalan Sultan M Mansyur Lorong Alir Kelurahan Bukit Lama. Mereka melakukan perang sarung usai sholat tarawih.
Menurut Aina, tawuran yang melibatkan anak-anak bukan hanya terjadi pada siswa SD Negeri 204. “Pada penyuluhan sebelumnya kami juga mendapat cerita siswa ikut tawuran. Ada yang mengaku ikut tawuran setelah sebelumnya diundang melalui chat media sosial yang melibat kelompok anak-anak dari kampung berbeda,” ujarnya.
Tawuran undangan melalui chat media sosial ini juga direkam dengan ponsel, tujuannya untuk membuat konten agar mendapat uang atau cuan dan subscribe atau viewer. Di depan teman-temannya siswa tersebut menceritakan pengalaman tawuran sarung yang direkam untuk konten akun media sosial. “Kalau viral kontennya banyak yang nonton banyak follower dapat uang Bu,” ujarnya.