Banjir Besar di Kerinci Jambi, BNPB: 13.626 Warga Terdampak, 2 Meninggal
Selain banjir, titik longsor terjadi namun sudah tertangani. Warga sudah dapat mengakses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor, termasuk jembatan penghubung lintas Kerinci-Jambi yang rusak berat.
“Longsor seluruh titik yang diinformasikan ke satgas sudah ditangani semua, tapi memang karena adanya keterbatasan alat dan titik longsornya lumayan banyak serta terjadi secara berulang, memang ada yang terlambat (ditangani). Tapi hari ini alhamdulillah semua sudah tertangani dan (jalan) sudah bisa dilalui,” kata Dedi.
Menyusul kejadian bencana banjir dan tanah longsor, pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Kerinci hingga 7 Januari 2024. BPBD juga masih bersiaga terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca masih dinamis di wilayah Kerinci.
Untuk saat ini, tim BPBD Kerinci masih akan fokus mendistribusikan logistik bantuan ke masyarakat terdampak menyusul surutnya banjir di beberapa wilayah. Di samping itu, dapur umum yang didirikan tim gabungan masih diaktifkan terutama di desa-desa yang masih terdampak banjir parah.
Dia berharap agar penanganan darurat banjir dan longsor dapat berjalan optimal meskipun menemui sejumlah kendala, salah satunya ketersediaan peralatan dan bantuan.
“Kami perlu menyampaikan permohonan di BPBD Kabupaten Kerinci kekurangan peralatan untuk melakukan penanganan bencana, bisa dibantu peralatan seperti perahu karet, pompa air dan mobil komando,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw