Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 4,4 Kilogram Sabu, 55 Pengedar Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Bahasa Daerah di Sumsel Terancam Punah Ditinggalkan Warganya

Senin, 07 Maret 2022 - 12:03:00 WIB
Bahasa Daerah di Sumsel Terancam Punah Ditinggalkan Warganya
Kepala Balai Bahasa Sumsel (Balai Bahasa Sumsel) Umar Solikhan. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Vitalitas bahasa asli daerah Sumatera Selatan (Sumsel) diklasifikasikan berada dalam kondisi yang mengalami penurunan, sehingga membutuhkan tindakan intervensi perlindungan supaya penuturannya tetap lestari. Berdasarkan penelitian Badan Bahasa, di era globalisasi masyarakat lebih diarahkan menggunakan bahasa tertentu yang lebih kuat secara ekonimi-politik. 

Kepala Balai Bahasa Sumsel (Balai Bahasa Sumsel) Umar Solikhan mengatakan, secara keseluruhan hampir semua bahasa daerah terutama di wilayah perkotaan mengalami penurunan vitalitas, bahasa daerah Sumsel termasuk di antaranya. Penurunan vitalitas bahasa tersebut juga ditemukan pada bahasa daerah dengan penuturan sangat besar seperti bahasa Jawa dan Sunda.

Menurutnya, globalisasi menjadi salah satu penyebab utama penurunan vitalitas bahasa daerah tersebut, selain migrasi masyarakat dan perkawinan silang antaretnis yang berbeda bahasa. Sebab diketahui berdasarkan penelitian Badan Bahasa di era globalisasi itu telah mengarahkan masyarakat ke satu bahasa tertentu.

"Bahasa tersebut ialah bahasa yang lebih kuat secara ekonomi-politik sehingga menjadikan penuturan bahasa daerah dinilai sudah tidak relevan dengan zaman atau dianggap tidak keren dewasa ini," ujarnya, Senin (7/3/2022).

Umar menjelaskan berdasarkan hasil penelitian pada rentang waktu 2014 - 2017, Badan Bahasa sendiri telah memetakan sebanyak enam bahasa asli daerah yang dimiliki Sumsel.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut