Menurut Anggara, selain perih terkena gas air mata, banyak dari mereka yang nyaris terinjak-injak oleh massa yang panik. Namun berapa banyak mahasiswa yang terluka, hingga kini belum terdata.
Para mahasiswi di Palembang panik saat polisi menembakkan gas air mata ke arah barisan massa aksi. (Foto: iNews/Guntur).
"Tidak tahu mereka dibawa ke rumah sakit atau ke mana. Tapi memang paling banyak itu perempuan yang luka-luka," ujarnya.
Sebelumnya, aksi mahasiswa berlangsung di depan Gedung DPRD Sumsel. Mereka berhasil merobohkan pagar DPRD setempat meski sempat dihalang-halangi petugas keamanan.
Seorang mahasiswa terkena gas air mata dibopong temannya menuju ke lokasi yang tidak terdampak asap. (Foto: iNews).
Aksi di Palembang terpantau masih terus berlangsung hingga Selasa sore, meskipun banyak dari mahasiswa yang keluar dari barisan massa aksi. Mereka beristirahat sejenak lantaran terkena gas air mata.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal