878 Babi Ternak di Palembang Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Demam Babi Afrika
Lebih lanjut Jafrizal mengatakan, ratusan bangkai babi tersebut langsung dikuburkan oleh peternak agar tidak meluas, sehingga petugas tidak sempat mengambil sampel langsung dari babi.
"Namun sampel swab kandang seperti air minum babi dan kotorannya masih dapat diambil untuk diuji," kata dia.
Jafrizal melanjutkan, probabilitas kematian babi yang disebabkan demam babi afrika memang terbilang tinggi, namun tidak sampai menular ke manusia seperti flu babi (H1N1) dan masyarakat tidak perlu khawatir.
Selain mengirimkan sampel, kata dia, pihaknya juga menyelidiki asal datangnya babi. Pasalnya, peternak mengambil dari pengepul dan pengepul tersebut belum bisa digali keterangannya sehingga diduga masuk secara ilegal.
"Kami tanyakan babi-babi itu ada surat izinnya atau tidak, karena kalau ada suratnya pasti Dinas Peternakan Sumsel mengizinkan dan harus lewat rekomendasi kami. Tapi selama ini kami tidak pernah terima rekomendasi untuk masuknya babi itu," kata pria yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia Sumsel.
Dia menduga, babi yang mati mendadak itu berasal dari Medan atau lampung, sebab dua wilayah tersebut sudah ada temuan kematian babi akibat ASF yang lebih besar jumlahnya.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto