4 Jari Redi Hilang, Mayat dengan Tangan dan Kaki Terikat di Muara Enim
"Ketika sudah dapat kabar dari polisi, kakak (istri almarhum) ditemani keluarga lainnya langsung menuju RSUD Arbain Muaraenim, karena kakak ipar dibawa kemana," katanya.
Baynun menceritakan, dirinya terakhir kali melihat alamarhum kakak iparnya datang ke rumah orang tuanya sambil memberikan uang kepada anaknya untuk jajan pada Jumat (25/2/2022) lalu.
"Almarhum baru kerja sebagai sopir di tempat kerjanya itu. Ia dipercaya kembali bekerja setelah sekian lama menjadi sopir angkot," tutur Baynun.
Baynun juga mengungkapkan kondisi almarhum kakak iparnya tersebut, yakni terdapat sejumlah anggota tubuh yang mengalami luka tusuk, termasuk juga ada yang hilang. "Kalau dari keterangan polisi ada luka tusuk di bagian tubuh sebelah kiri dan empat jari korban hilang," kata Baynun.
Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Gunung Megang, AKP Herly Setiawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Widhi Andika Pratama mengatakan, setelah menerima laporan warga mengenai adanya penemuan mayat tersebut, pihaknya bersama anggota Team Rajawali Pelopor langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke RSUD Arbain Muaraenim untuk dilakukan visum. "Dari hasil penyelidikan oleh tim Inafis Polres Muaraenim menggunakan alat Mambis, ternyata identitasnya terungkap bernama Redi Iskandar (45) warga Jalan Mayjen Yusuf Singa, Kecamatan Kertapati," ucap AKP Herly Setiawan.
Herly menambahkan saat ditemukan ditemukan ikatan tali warna hijau pada tangan dan kaki sebelah kanan. Kemudian terdapat luka bolong pada bagian bawah ketiak sebelah kiri dan sekujur tubuh sudah dipenuhi belatung.
Editor: Berli Zulkanedi