Enceng gondok dan pelepah palem dihaluskan, lalu dicampur tepung tapioka dan Natrium Hidroksida secara merata. Bahan tersebut disaring dan diambil seratnya dengan metode pulping yang dibuat menjadi alas kaki anti bakteri.
Dari hasil observasi, alas kaki anti bakteri ini terbukti awet digunakan selama satu bulan, untuk pengguna yang jarang beraktifitas. Namun untuk yang sering beraktifitas, kemampuan mereduksi bau kaki hanya bisa bertahan selama 14 hari.
“Biasanya alas dalam sepatu itu terbuat dari bahan sintetis, yang jika dibuang tidak mudah terurai. Sementara alas kaki kami berbahan alami, selain mereduksi bau, juga ketika dibuang mudah terurai dan tidak timbul masalah baru,” katanya, Sabtu (29/2/2020).
Sementara Guru Pembimbing, Nur Fatmi mengatakan di sekitar sekolah, ada banyak limbah encengn gondok. “Anak-anak berdiskusi dengan saya, bagaimana agar limbah ini bernilai lebih,” katanya.
Dalam kompetisi Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2020, lebih dari 3.000 proposal karya ilmiah yang ikut seleksi awal. Hanya 152 proposal karya ilmiah/ yang dipertandingkan di event ini.
Setelah memaparkan karya ilmiah dan produknya, pelajar kelas XI ini berhasil keluar menjadi juara dan mendapatkan medali perunggu.
Penemuan ini akan terus dikembangkannya hingga bisa diproduksi secara massal. Mereka juga akan melakukan penelitian lebih lanjut agar produknya bisa tercipta dengan sempurna.
Editor: Umaya Khusniah