Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai agar Terlihat Cantik, Ekstrem Dikerik dengan Besi
Selain itu, gigi runcing juga mendatangkan keseimbangan antara tubuh dan jiwa bagi perempuan. Berdasarkan namanya, tradisi ini hampir sama dengan tradisi potong gigi di Bali.
Berbeda dari segi makna dan prosesi. Tradisi potong gigi di Bali bermakna untuk mengendalikan Sad Ripu atau enam sifat buruk dalam diri manusia, yaitu Kama, Lobha, Krodha, Mada, Matsarya, dan Moha.
Sementara itu, tradisi gigi runcing Suku Mentawai hanya untuk memperindah penampilan dan memberikan kebahagiaan. Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka dan dilaksanakan secara turun temurun.
Rata-rata perempuan Suku Mentawai tidak merasa terbebani melakukan tradisi ini. Mereka tetap senang menjalani prosesi ini demi memperoleh kebahagiaan atas kecantikan mereka.
Disebut juga kerik gigi yang dilakukan oleh ketua adat dinilai sangat menyakitkan. Tidak ada pembiusan sebelum prosesi. Alat yang digunakan berupa kayu atau besi yang sudah diasah hingga tajam.