Puluhan Babi Mati Mendadak di Agam Sumbar, Diduga Terpapar Virus Flu Afrika
Beberapa hari setelah itu, dia juga menemukan bangkai babi di lahan pertanian miliknya. Atas temuan tersebut, dia merasa kaget ada babi yang mati dengan jumlah cukup banyak sehingga mencoba menanyakan kepada warga lain apakah ada pemburu di daerah tersebut.
"Kalau ada orang yang berburu, maka babi yang mati hanya satu sampai dua ekor dan bangkai itu pasti terluka. Sementara bangkai babi yang saya temukan tidak ada yang terluka," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam Ade Putra mengungkapkan, tim sedang mengumpulkan data mengingat kejadian sudah berlangsung satu bulan lalu dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya.
"Kondisi bangkai babi sudah rusak dan kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya," ujar Ade.
Sebelumnya di Kabupaten Pasaman Barat juga dilaporkan puluhan babi mati secara mendadak pada 2020. Pada 2019, Kementerian Pertanian menyatakan Indonesia dalam siaga satu menghadapi virus ASF. Berbagai langkah disiapkan dengan melibatkan para pihak dalam upaya mencegah dan penanganannya.