Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Penampakan 15 Ton Ikan Mati akibat Angin Kencang, Mengapung di Permukaan Danau Maninjau

Selasa, 16 Mei 2023 - 19:51:00 WIB
Penampakan 15 Ton Ikan Mati akibat Angin Kencang, Mengapung di Permukaan Danau Maninjau
Sebanyak 15 ton ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau mati akibat hujan disertai angin kencang. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

AGAM, iNews.id - Data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menunjukkan sebanyak 15 ton ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau mati. Kondisi tersebut disebabkan ikan kekurangan oksigen setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu pada Minggu (14/5/2023).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira mengatakan, 15 ton ikan nila itu tersebar di 35 petak keramba jaring apung milik 13 petani.

Sebanyak 15 ton ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau mati akibat hujan disertai angin kencang. (Foto: Antara).
Sebanyak 15 ton ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau mati akibat hujan disertai angin kencang. (Foto: Antara).

"Sekitar 15 ton ikan itu dengan berbagai ukuran tersebar di Nagari Bayua Kecamatan Tanjungraya," ujar Rosva Deswira di Lubukbasung, Selasa (16/5/2023).

Saat ini, kata dia ikan di keramba jaring apung lainnya masih mengapung untuk mencari oksigen ke permukaan Danau Maninjau.

Dia mengimbau kepada penambak ikan untuk melakukan panen dini dengan memindahkan ke kolam air tenang untuk kematian ikan yang berdampak kerugian yang cukup besar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut