Pasaman Barat 2 Kali Diguncang Gempa, Warga Panik Berhamburan
Menurutnya, gempa terjadi dua kali. Gempa pertama lebih kuat dari yang kedua. Apalagi, dia masih trauma dengan gempa pada 25 Februari 2022 lalu yang membuat banyak korban dan bangunan yang roboh.
"Kita trauma dengan gempa. Makanya ketika ada getaran kuat membuat kami berhamburan keluar rumah," ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan warga lainnya Andi (38) yang merasakan getaran gempa yang cukup kuat. "Saya lari keluar rumah dan tidak ada bangunan yang rusak," katanya.
Ketua Markas Palang Merah Indonesia Pasaman Barat Ridawarsa mengatakan hingga pukul 19.30 WIB pihaknya masih terus memantau dampak yang disebabkan oleh gempa itu.
"Hingga saat ini belum ada laporan masuk dampak kerusakan akibat gempa itu. Kita akan terus memantau dan mencari informasi," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki