Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur
Dalam perlombaan ini, kecepatan dan kekuatan sapi harus diimbangi dengan ketangkasan joki. Peserta dituntut mampu menjaga keseimbangan hingga garis akhir. Jika terjatuh sebelum mencapai garis finis, peserta dinyatakan gugur.
Risiko cedera menjadi tantangan yang tidak terhindarkan dalam Pacu Jawi. Meski demikian, tradisi ini tetap diminati karena dianggap sebagai simbol keberanian, ketangkasan, dan kebanggaan masyarakat setempat.
"Tingkat kesulitannya itu kita sama-sama berlari sama sapi dan rawan cedera," kata salah satu Joki, Rizki Aldo Putra di lokasi, Selasa (6/6/2026).
Bagi para peternak, Pacu Jawi juga menjadi ajang bergengsi. Selain memperebutkan hadiah, sapi yang berhasil menjadi juara umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan sapi biasa.
Hingga kini, Pacu Jawi tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas.
"Ini sudah tradisi di Payakumbuh. Tujuan utamanya penyelang sebelum tanam padi kami adakan lah lomba Pacu Jawi untuk semangatkan peternak da harga ternak juga naik," ujar panitia, Zulfajri.
Editor: Kurnia Illahi