Kembalikan Rekom PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni Dinilai Tidak Kokoh sebagai Pemimpin
Hasto menegaskan, komitmen PDIP terhadap Pancasila dan kemajuan Sumbar tidak pernah surut, meski 10 tahun terakhir nampak ada sesuatu yang berbeda.
“Meski Pak Jokowi dan PDI Perjuangan kalah pada Pemilu 2014 dan 2019, kami tetap selalu mendorong Pak Jokowi untuk sering ke Sumbar, dan membangun Sumbar tanpa kecuali. Apakah masyarakat Sumbar akan berterima kasih? Itu nomor kesekian,” katanya.
Terpenting, kata Hasto, sikap partai terhadap Sumbar tidak berubah karena provinsi tersebut memiliki sumbangsih terhadap kepeloporan kemerdekaan Indonesia yang luar biasa. “Jadi wajib hukumnya bagi Pak Jokowi dan kader PDIP dukung kemajuan Sumbar, baik ada dukungan maupun tidak!!,” ucapnya.
Sebelumnya, PDIP Sumatera Barat akhirnya menyatakan menarik diri dari perhelatan Pilgub Sumbar 2020. Keputuan itu diambil menyusul beredaranya video berisi pernyataan bakal calon wakil gubernur Sumbar, Ali Mukhni, mengembalikan mandat atau dukungan sebagai pasangan calon dari PDIP.
Ketua DPD PDIP Sumatera Barat, Alex Indra Lukman mengatakan, video yang tersebar luas sejak Sabtu (5/9/2020) pagi melalui berbagai platform sosial media itu masuk ke gawai miliknya. Dia lantas menyimak alasan pengembalian mandat Ali Mukhni. Dia kemudian dikejutkan dengan kiriman tautan berita yang berisi pernyataan Mulyadi—yang juga menjabat ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat.
Editor: Kastolani Marzuki