Gunung Marapi Masih Fluktuatif Pascaerupsi, Status Tetap Level II Waspada
Energi seismik RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) juga menunjukkan fluktuasi di sekitar nilai dasar. Sementara itu, gas SO₂ hanya terdeteksi sekali pada 12 Agustus 2025 dengan fluks 90 ton/hari, yang masih tergolong rendah.
Meski aktivitas visual dan kegempaan sempat menurun, Badan Geologi menegaskan potensi letusan Gunung Marapi tetap ada. Indikasinya terlihat dari adanya pasokan fluida atau magma dari kedalaman.
“Jika tidak terjadi peningkatan drastis, letusan yang muncul diperkirakan masih bersifat lokal dengan radius bahaya sejauh 3 km dari Kawah Verbeek,” ujar Wafid.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat, pendaki dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, warga juga diimbau waspada terhadap bahaya lanjutan seperti hujan abu, gas beracun, serta banjir lahar, terutama di musim hujan.
Editor: Donald Karouw