Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Covid-19 di Jabar Kembali Naik, 87 Orang Positif Terpapar
Advertisement . Scroll to see content

Dulu Dibanjiri Wisatawan, Kota Seks Kini Hancur akibat Covid-19

Senin, 04 Juli 2022 - 19:37:00 WIB
Dulu Dibanjiri Wisatawan, Kota Seks Kini Hancur akibat Covid-19
Cap d"Agde, kota maksiat di pesisir pantai Prancis. (FOTO: ISTIMEWA/INSTAGRAM)
Advertisement . Scroll to see content

Cap d'Agde memiliki grais pantai sepanjang 2 kilometer. Banyak fasilitas wisata di kawasan ini mulai dari toko pakaian, sauna, tempat nongkrong, hingga kelab malam dewasa.  

Cap d'Agde sudah ada sejak 1958. Awalnya hanya sebagai kawasan kemah bagi kaum nudis (kaum telanjang). Tapi pada pada 1970-an, mereka mengubahnya menjadi kota telanjang.  

Untuk dapat masuk kawasan ini, wisatawan harus merogoh kocek sebesar enam euro atau sekitar Rp102.000. Biasanya, dalam sehari, sekitar 50.000 wisatawan berkunjung ke Cap d'Agde. 

Wisatawan yang kedapatan berpakaian pada siang hari di Cap d'Agde akan didenda 15.000 Euro atau Rp256 juta. Namun pada malam hari, wisatawan bolehn berpakaian karena cuaca yang dingin.  

Aturan wajib telanjang pada siang hari itu kini mulai dilonggarkan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Namun lantaran kebijakan itu, kaum nudis di Cap d'Agde mengaku merasa risih karena wisatawan melihat mereka telanjang dengan tatapan aneh. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut