Dramatis! SAR Lintasi Sungai dengan Gelayutan di Tali Sejauh 50 Meter Evakuasi Korban Banjir
Setelah berhasil menyeberang dengan bergelayutan, para petugas langsung menyusuri bibir sungai. Mereka menembus puing, kayu, dan lumpur yang menumpuk di sepanjang aliran sungai. Setiap detik dianggap terlalu berharga untuk dilewatkan karena peluang menemukan korban sangat bergantung pada kecepatan tim di lapangan.
Upaya ini akhirnya membuahkan hasil ketika dua jenazah perempuan ditemukan dalam kondisi terjepit di antara kayu dan batu. Posisi korban yang terperangkap material banjir menyulitkan proses pengangkatan dari lokasi kejadian. Petugas harus bekerja ekstra untuk membuka jalur aman sebelum mengevakuasi jenazah.
Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Petugas memotong kayu menggunakan chainsaw agar tubuh korban dapat dilepaskan secara layak dari himpitan puing. Setelah berhasil diangkat, jenazah dibawa menuju lokasi aman sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk proses identifikasi. Prosedur ini penting guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Hingga kini, alur temuan dan pemulasaraan korban terus dipantau oleh pihak berwenang.
Koordinator Lapangan Basarnas, Samsul, menjelaskan teknis evakuasi yang dilakukan di medan sulit tersebut.
“Tim mengevakuasi korban yang sudah ditemukan di Mega Mendung, tepatnya di seberang sungai sehingga kami gunakan sistem tranfer menggunakan tali untuk menyeberang,” ujarnya, Minggu (30/11/2025)
Menurutnya ada lima jenazah kembali berhasil dievakuasi dan seluruhnya ditemukan di aliran sungai. Dengan temuan baru ini, total korban meninggal yang telah dievakuasi mencapai 27 orang, sementara puluhan lainnya masih belum terlacak. Pencarian akan terus dilanjutkan di sepanjang aliran sungai dan area yang diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya material banjir.
Editor: Donald Karouw