“Kami sangat menyayangkan kebakaran pada malam tadi karena ini masih sedang dalam proses penghitungan surat suara di tingkat PPK, belum di tingkat kabupaten. Suaranya 30.000 lho. Berapa banyak caleg yang dirugikan karena kebakaran ini. Ini perlu dituntaskan pihak kepolisian, pihak berwajib,” kata Caleg DPR RI Partai Demokrat, Efilindo.
Gudang Logistik Kotak Suara di KPU Pesisir Selatan Sumbar Terbakar
Senada dengannya, Caleg DPR RI Partai Berkarya, Andi Taswin mengatakan, kebakaran itu diduga disengaja oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dampaknya merugikan para caleg yang merasa memperoleh suara cukup tinggi dan berpeluang lolos menjadi anggota DPR RI.
“Kami menduga pembakaran ini disengaja. Tentu, ini sangat merugikan bagi kami yang berpeluang lolos ke DPR RI,” kata Andi Taswin.
Selain ke Mapolda Sumbar, para caleg ini juga mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar. Mereka melaporkan dugaan penggelembungan surat suara oleh kepala daerah di Pesisir Selatan untuk kepentingannya. Hal ini merugikan para caleg dari partai lain yang maju ke DPR RI.
“Indikasi kecurangan ini sudah terlihat di awal-awal Pemilu ini. Sepertinya sudah ada penekanan-penekanan terhadap para camat oleh penguasa di Pesisir Selatan ini,” kata Efilindo.
Sementara Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Sumbar Eliyanti mengatakan, akan mengumpulkan data dan bukti untuk menindaklanjuti laporan dugaan pelanggarn Pemilu yang dilaporkan oleh sejumlah caleg tersebut.
“Kami akan menindaklanjuti laporan dari para caleg sesuai prosedur,” kata Eliyanti.
Editor: Maria Christina