Contoh Khutbah Jumat yang Bisa Jadi Referensi tentang Keutamaan Sholawat Nabi
Ketika nama nabi disebut, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
اْلبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
Artinya: “Orang yang bakhil adalah orang yang nama saya disebut dihadapannya dan dia tidak mau bershalawat kepadaku”
Ketika berdo’a, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
إِذَا صَلَّى أَحُدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيْدِ الله وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ يَدْعُوْ بَعْدَ بِمَا شَاءَ
Artinya: “Apabila salah seorang kalian berdo’a hendaknya memulainya dengan pengagungan terhdap Allah dan memujinya kemudain bershalawat pada Nabi kemudaian berdo’a dengan perkara yang dia kehendaki”.
Pada hari Jum’at; disunnah pada hari Jum’at untuk memperbanyak membaca shalawat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: