Cerita Rakyat 50 Kota Sumatera Barat, Asal Usul Batu Talempong Talang Anau
Batu Telempong ini dimainkan pada acara adat dan juga ritual membayar nazar masyarakat di Nagari Talang Anau. Adapun orang yang dapat memainkan Batu Talempong ini berjumlah tiga orang. Wisatawan yang datang boleh untuk memainkannya, hanya saja harus membakar kemenyan putih terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan.
“Acara adat yang dilakukan di tempat Batu Talempong itu seperti pengangkatan penghulu yang merupakan acara besar-besaran di Nagari Talang Anau dan letaknya yang bersebelahan dengan Balai Adat,” ujar Meisi Florianti, seorang warga di Nagari Talang Anau saat diwawancari di kediamannya, Selasa (30/11/2021).
Selain itu, Batu Talempong diyakini dapat mengeluarkan bunyi sendiri sebagai pertanda akan terjadi sebuah musibah. Suara yang keluar dari batu itu seperti menderum, menggelegar atau suara cukup aneh lainnya. Jika terdengar suara semacam itu, masyarakat sekitar akan langsung waspada dan bersiap terhadap kejadian yang terjadi.
“Jika terjadi suatu bencana di nagari ini, Batu Talempong akan bergetar dengan sendirinya sehingga getaran itu bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Berdasarkan cerita turun temurun dari nenek moyang yang terjadi sebelum tahun 1.400 Masehi, Batu Talempong ini ditemukan seorang ulama Minangkabau bernama Syekh Syamsudin. Konon dalam cerita rakyat 50 Kota Sumatera Barat ini, Syekh Samsudin menemukan Batu Talempong tersebut melalui mimpi.