BMKG: Gempa M5,8 Kepulauan Mentawai Akibat Aktivitas Megathrust Sesar Naik
Lebih lanjut, Badan Geologi menjelaskan bahwa Pulau Siberut terdiri dari batuan berumur Pra Tersier, termasuk batuan metamorf dan meta sedimen, batuan berumur Tersier yang terdiri dari batuan sedimen, dan endapan Kuarter yang meliputi endapan aluvial pantai, sungai, rawa, dan batugamping koral.
Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan memiliki sifat lunak, tidak padat (unconsolidated), dan memperkuat efek guncangan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gempa bumi.
"Selain itu, pada morfologi perbukitan yang terjal dan terdiri dari batuan yang telah mengalami pelapukan, terdapat potensi terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi,"lanjutnya.
Berdasarkan lokasi episenter gempa, kedalaman, dan mekanisme sumber, gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas megathrust dengan mekanisme sesar naik dan sudut landai (low angle) yang berarah barat laut - tenggara.
Menurut data Badan Geologi, permukiman penduduk yang terdampak guncangan gempa terletak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi dengan tingkat risiko menengah hingga tinggi.