BMKG: Gempa di Bukittinggi Dipicu Segmen Sianok, Pernah Tewaskan 354 Orang
Daryono mengatakan, gempa tektonik di Bukittinggi ada pukul 01.14 WIB memiliki parameter dengan M4,5.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme sesar geser menganan (dextral strike-slip) yang merupakan karakteristik mekanisme Sesar Besar Sumatra (The Sumatra Fault Zone)
Dengan memperhatikan lokasi episenter, mekanisme sumber dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatera Segmen Sianok," katanya.
Guncangan gempa ini dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI (Modifies Mercalli Intensity) di Bukittinggi, Payakumbuh dan Agam. Menurut laporan. saking kuatnya guncangan gempa ini mampu membangunkan beberapa warga yang sedang tidur.
Gempa juga dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Padang Panjang dan Tanah Datar. Sementara di Pasaman, Solok dan Pariaman guncangan dirasakan dalam skala intensitas II MMI.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena sumbernya di daratan.
Daryono mengatakan, selain gempa mengguncang Bukittinggi, beberapa aktivitas gempa juga terjadi di Banda pertama magnitudo 2,8 dirasakan III MMI pukul 07.58 WIT, gempa Banda kedua magnitudo 3,3 dirasakan III-IV MMI pukul 08.12 WIT, kemudian gempa Mamasa Sulawesi Barat magnitudo 3,6 dirasakan II MMI pukul 11.37 WITA.
Editor: Donald Karouw