Ada Pohon Terbesar dan Berusia Ratusan Tahun di Agam
Menurut Ade, warga sekitar hutan rakyat ikut menjaga pohon kayu tersebut.
"Kalau di hutan lindung ditemukan pohon kayu besar itu hal biasa, namun tumbuh di hutan rakyat hal luar biasa," kata dia.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin menuturkan, pohon kayu itu pertama kali ditemukan tahun 2013, pada masa awal dia dilantik menjadi wali nagari atau kepala desa adat.
Penerima hadiah Kalpataru tahun 2013 itu melanjutkan, rencananya, daerah itu akan dijadikan tempat tumbuh pohon medang sebagai objek wisata alam.
"Selama ini wisatawan hanya berkunjung ke Museum Buya Hamka dan setelah itu langsung ke Bukittinggi. Dengan adanya destinasi itu, maka wisatawan bisa berkunjung ke kayu besar," kata dia.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto