Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PNS dan Anak Tembak Mati Tetangga, Jasad Korban Dimasukkan Karung lalu Dibuang ke Sawah
Advertisement . Scroll to see content

Viral Oknum PNS Kelurahan Diduga Mabuk Adu Mulut dengan Ketua Lingkungan

Rabu, 26 Januari 2022 - 15:21:00 WIB
Viral Oknum PNS Kelurahan Diduga Mabuk Adu Mulut dengan Ketua Lingkungan
Tangkapan layar suasana kantor lurah serta beberapa pegawai yang mencoba melerai. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

MANADO, iNews.id - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kelurahan yang ada di Kota Manado diduga mabuk dan adu mulut dengan ketua lingkungan. Videonya kemudian viral di sosial media facebook.

Video berdurasi 2:49 detik itu diawali dengan suara tangisan perempuan yang diketahui merupakan pala. Permasalahan itu terjadi diduga karena ibu pala ini mengganti struktur kelurahan dengan map warna merah untuk persiapan musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang).

Diduga karena tidak suka dengan warna merah, oknum PNS itu kemudian merobek map tersebut. Diduga PNS tersebut dalam keadaan mabuk dan membuat ibu pala sakit hati dan menangis.

"Kita kalau so keluar airmata pak ee, kita binci, kita pe rekaman ini kita mo kase bukang nyanda eee, kita binci skali, nda ada ontak ngana, marah kita, kita nda suka berdebat, dari berapa hari lalu, kita cukup sabar (saya kalau sudah keluar airmata pak ee, saya benci, rekaman saya ini akan saya tunjukkan bukan tidak, saya benci sekali, tidak punya otak kamu, marah saya, saya tidak suka berdebat, dari beberapa hari lalu, saya cukup sabar)," ujar wanita dalam video tersebut, dikutip Rabu (26/1/2022).

Dia kemudian mengaku akan memberitahukan kejadian tersebut kepada Wali Kota Manado, Andrei Angouw kalau PNS tersebut tidak suka warna merah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut