Umat Islam di Gorontalo Utara Antusias Laksanakan Tradisi Tumbilotohe
"Biasanya kami menggunakan lampu botol dari tahun sebelumnya. Namun karena telah beberapa kali lebaran hanya menggunakan lampu listrik terpaksa untuk tahun ini membeli lagi. Harga per botol Rp1.000 yang diisi sumbu dilengkapi gantungan terbuat dari kawat besi," katanya.
Ia bersama keluarga berharap dapat melaksanakan tradisi Tumbilotohe selama tiga malam di malam-malam terakhir bulan Ramadhan 1443 Hijriah.
Warga lainnya, Ismail mengatakan sangat antusias menyambut tradisi Tumbilotohe tahun ini.
Meski sudah dua tahun kemeriahan tradisi Tumbilotohe tak nampak dampak pandemi Covid-19 namun ia mengaku bersyukur pelonggaran pemerintah di tahun ini membuat umat Islam bisa kembali melaksanakan Tumbilotohe secara langsung dengan memasang lampu botol yang digantung pada rangkaian bambu yang dirakit khas berhias janur kuning.
"Rasanya cukup berbeda ketika kita melaksanakan tradisi ini dengan memasang lampu botol. Apalagi saat lampu dinyalakan kita mengawali dengan membaca doa untuk mempertahankan tradisi yang diharapkan tidak akan pernah punah," katanya.