Tari Maengket Suku Minahasa, Tarian Ungkapan Syukur Penuh Nilai Filosofi
Kegiatan dimaksud berkaitan upacara dengan tujuan menerangi, membuka jalan dan mempersatukan masyarakat pendukungnya. Hal ini dilakukan dalam situasi kegiatan panen padi (maowey/makamberu), selamatan rumah baru (marambak) dan pergaulan muda mudi (lalaya’an).
Tari Maengket biasanya ditampilkan 20 sampai 30 orang yang terdiri atas laki-laki dan perempuan yang dibentuk berpasangan. Lalu satu orang perempuan bertindak sebagai pemandu.
Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna cerah seperti merah, merah jambu, biru, kuning, hijau dan putih. Para penari prianya akan memakai ikat kepala berwarna merah. Tarian ini begitu dinamis, energik dan relatif lebih bebas dari aturan.
1. Maengket Makamberu
Maowey Kamberu yakni suatu tarian yang dibawakan pada acara pengucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas hasil pertanian, terutama tanaman padi yang berlipat ganda.
Tarian maengket maowey kamberu atau owey kamberu merupakan gambaran dari keluhan akan rasa lelah menanam padi yang kemudian menghasilkan kesenangan saat menuai padi.