Sulut Ekspor Perdana Hasil Perikanan ke Jepang, Gubernur Olly Ukir Sejarah
“Saya kira ini yang harus kita syukuri karena Provinsi Sulut bisa meningkatkan hasil perikanan dari pengusaha dan para nelayan sehingga kegiatan ekspor perdana ini bisa berjalan dengan baik. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada semua stakeholder yang terlibat,” kata Olly.
Sebagai informasi, hasil perikanan Sulut di antaranya ikan tuna merupakan jenis ikan high migratory dan menjadi primadona hingga ke mancanegara. Permintaan tuna dunia yang tinggi bahkan cenderung membuat industri ikan tuna tetap bergairah dari tahun ke tahun.
Ekspor hasil perikanan secara langsung dari Manado ke Jepang merupakan langkah nyata pemerintah untuk bersinergi dengan industri pengolahan, stakeholder, instansi vertikal serta maskapai penerbangan untuk dapat mendistribusikan komoditi perikanan serta komoditi lainnya ke negara tujuan secara langsung. Harapannya akan mengurangi biaya transportasi serta mutu yang terjaga. Sebelumnya hasil perikanan Sulut harus melalui Jakarta atau Bali sehingga memakan waktu dan biaya lebih besar.
Karena itu, harmonisasi dan sinkronisasi ini harus terus terpelihara untuk menjaga kontinuitas barang yang diekspor serta transportasinya sehingga akan memberi manfaat dan meningkatkan perekonomian di bidang kelautan dan perikanan serta sektor lainnya.
Olly berharap terobosan ini akan memberikan pengaruh yang baik dalam pembangunan sektor kemaritiman di daerah Bumi Nyiur Melambai. Selain itu juga menjadikan Sulut sebagai daerah yang berdikari dalam ekonomi dan menjadi pintu gerbang Indonesia di kawasan Pasifik.
“Semoga ini berjalan terus sehingga bermanfaat banyak bagi masyarakat Sulut dan sekitarnya. Tapi lebih khusus tentunya bermanfaat bagi NKRI karena terbuka pintu baru untuk ekspor keluar daerah di luar dari yang sudah ada selama ini. Semoga Tuhan memberkati kita semua,” ucap Olly.
Kegiatan ekspor perdana hasil perikanan dari Manado ke Jepang turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, jajaran Bea Cukai Sulbagtra, Balai Karantina Pertanian Manado, PT Angkasa Pura I Manado dan pimpinan PT Garuda Indonesia Airlines.
Editor: Donald Karouw