Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Penyebab Gempa Tanggamus M4,9 Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Advertisement . Scroll to see content

Suhu Terasa Panas Sejak Lebaran, Begini Penjelasan BMKG

Senin, 09 Mei 2022 - 13:00:00 WIB
Suhu Terasa Panas Sejak Lebaran, Begini Penjelasan BMKG
Sinar matahari. (Afp)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Suhu panas terik sudah dirasakan masyarakat sejak hari pertama Lebaran. Bahkan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) suhu panas ini tak hanya dirasakan di siang hari melainkan saat malam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan panas terik di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir bukan fenomena gelombang panas. Sebab, fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti Eropa dan Amerika.

“Suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena gelombang panas,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dikutip dari keterangan resminya, Senin (9/5/2022).

Menurut WMO (World Meteorological Organization), gelombang panas atau dikenal dengan “heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

“Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian,” kata Guswanto.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut