Sopir Ambulans Diamuk Massa dan Nyaris Dibakar saat Bawa Jenazah Pasien Covid-19
kejadian ini bukan yang pertama kali, sudah dua kali dia mengalami pengalaman penolakan jenazah Covid-19. Begitu juga dengan teman-temannya sesama sopir ambulans Covid-19. Di wilayah Kecamatan Wori, dia mengaku sudah tiga kali mengalami kejadian penolakan, yang paling parah dialaminya di Desa Talawaan Bajo.
Saat ini, kondisi ambulans rusak parah. Kaca-kaca pecah dan bodi kendaraan banyak yang penyok. Kasus ini juga sudah dia laporkan ke polisi dan berharap agar para pelaku bisa ditangkap sehingga keamanan sopir ambulans terjamin.
"Harapan saya agar pelaku-pelaku ini bisa ditangkap. Kasihan kami sopir ambulans tidak dapat insentif tenaga medis, namun nyawa kami terancam. Sudah berapa kali kejadian ini kami alami. Ada teman saya yang dipukul terus telepon genggamnya diambil, ada juga teman saya yang lain sampai dicengkeram lehernya," kata Faldo.
Editor: Donald Karouw