Sam Ratulangi, Sosok di Balik Nama Indonesia: Manusia Hidup untuk Memanusiakan Manusia
Bung Karno sebagai Presiden RI dalam Amanatnya pada tanggal 18 Agustus 1960 di Gedung Pemuda Jakarta, di hadapan audiens Kongres Mahasiswa dan Pelajar Minahasa se-Nusantara mengulangi ucapan Dr Ratulangi.
'Ide ku ratusan atau ribuan pulau-pulau dan penduduknya satu Indonesia. ide ku sudah disampaikan dan disetujui pemuda pemudi yang sedang belajar di Belanda'. Kata nama Indonesia ini dipopularisasi Bung Karno di Tanah Air dan terbawa ke Sumpah Pemuda 1928.
Siapa sebenarmya Sam Ratulangi
Sam Ratulangi merupakan anak ketiga dari pasangan Yozias Ratulangi dan Agustius Gerungan yang lahir di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Ratulangi merupakan perintis, penegak dan pembela kemerdekaan Republik Indonesia. Dia pahlawan Kemerdekaan Nasional yang telah menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk mengejar cita–cita Indonesia merdeka, bersatu, adil dan makmur.
Orang tua Ratulangi termasuk yang terpandang di daerahnya. Dia mempunyai kedudukan sebagai kepala distrik daerah Kasendukan. Ayah Ratulangi seorang asionalis yang senantiasa menjunjung tinggi kepribadian bangsa. Dia termasuk orang yang rajin membaca buku.
Pada usia enam tahun Ratulangi di masukan ke sekolah dasar Belanda, namanya Europeesche Lagere School (ELS) yang ada di Tondano. Setelah tamat dari sekolah dasar, Ratulangi diterima di Hoofdenschool, Tondano. Dia termasuk murid yang terpandai di sekolahnya dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pelajaran di Jawa.