Puasa Ramadhan Hari Pertama di Gorontalo, Ribuan Warga Gelar Tradisi Ketuk Sahur
Dia menjelaskan, koko’o identik dengan tradisional gorontalo. Koko’o merupakan alat musik tradisional yang dari zaman dahulu sudah digunakan leluhur.
"Jadi alhamdulillah sampai dengan sekarang kita itu konsisten. Alat-alat ini kita perkenalkan dengan namanya koko’o sampai ke luar Gorontalo. Tujuan kegiatan ini yang pertama menambah rasa cinta kita kepada daerah di bulan suci Ramadhan. Karena bagi siapa yang bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka pahala ganjarannya," katanya.
Sementara tokoh masyarakat Erwin Ismail mengungkapkan, acara ini bentuk nyata kepedulian warga tentang tradisi yang harus dijaga bersama-sama.
"Kami ingin tradisi ini tetap terus terjaga kelestariannya dan mengajarkan kepada kita semua tentang artinya kebersamaan dan silahturahmi dalam menyambut bulan suci Ramadhan," ucapnya.
Diketahui, tradisi koko’o atau ketuk sahur merupakan tradisi masyarakat Gorontalo untuk membangunkan warga agar tidak terlambat bersantap sahur. Kegiatan ketuk sahur ini dimulai pukul 02.00 WITA hingga pukul 03.00 WITA.