Pria Transgender Ini Terancam Penjara Seumur Hidup Gegara Dalangi Pengeboman Masjid di Amerika
Serangan yang diotaki Hari, tegas dia, menjadikan masjid sebagai titik atau target intimidasi dan kekerasan, sehingga membuat umat Islam tak merasakan keamanan dalam menjalankan ibadah.
Serangan yang dilakukan milisi kelompok Hari terjadi pada 5 Agustus 2017. Saat itu umat Islam sedang melaksanakan Sholat Subuh. Bom pipa dilempar melalui jendela ke kantor pengelola Islamic center.
Penyelidikan yang berlangsung selama 7 bulan mengungkap keterlibatan kelompok supremasi kulit putih di Clarence, Illinois, wilayah perdesaan sekitar 190 kilometer dari Chicago. Selain Hari, dua rekannya yang juga terlibat penyerangan, Michael McWhorter dan Joe Morris, juga tinggal di perkampungan itu.
Hari memimpin kelompok yang disebut Kelinci Putih, di mana McWhorter dan Morris menjadi anggotanya.
Dalam persidangan, jaksa, mengutip pernyataan Hari yang ditulis di manifesto The White Rabbit Handbook, mengatakan perbuatan Hari dimotivasi kebencian terhadap muslim.
Sementara itu McWhorter dan Morris mengaku bersalah atas lima tuduhan, bahkan bersaksi melawan Hari. Mereka juga menunggu sidang vonis.
Editor: Cahya Sumirat