Prajurit Kodim Bolmong Dikerahkan Bantu Korban Banjir dan Longsor di Bolsel
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, selain berdampak pada 22.655 jiwa, bencana banjir bandang dan tanah longsor itu juga merusak permukiman warga. Sedikitnya 64 rumah rusak berat dan 29 lainnya hanyut.
“Selain merusak permukiman, bencana banjir juga merusak beberapa jembatan, seperti jembatan Kombot Timur, Salongo 1, Salongo Besar, Bakida, Sinandaka dan Pakuku Jaya,” kata Raditya Dika dalam siaran pers, Selasa (4/8/2020).
Pascabencana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel telah menetapkan status tanggap darurat 14 hari yang berlaku dari 24 Juli hingga 6 Agustus 2020. Ini dilakukan untuk memudahkan akses penanganan darurat dalam merespon dua kejadian bencana di Kabupaten Bolsel.
Pemerintah daerah dan unsur-unsur terkait telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan respons darurat. Mereka telah menyalurkan makanan siap saji, air bersih dan bahan makanan kepada warga terdampak. Posko mengidentifikasi tiga kecamatan terisolasi sehingga pendistribusian bantuan logistik dilakukan melalui jalur perairan.
“Ketiga kecamatan tersebut yakni Helumo, Tomini dan Posigadan. Adapun kebutuhan yang diperlukan warga terdampak antara lain makanan siap saji, perlengkapan dapur, kasur, tikar, selimut, tenda pengungsi, serta paket sandang,” katanya.
Editor: Maria Christina