Polisi Terkecoh, Dikira Mayat Perempuan Mengapung di Laut ternyata Boneka Seks
"Sepertinya seseorang salah paham dan menghubungi pihak berwenang, sehingga polisi, truk pemadam kebakaran, dan ambulans datang," ujarnya.
Peristiwa ini jelas menjadi viral setelah warga yang menonton mengunggah foto-foto di media sosial Twitter. Banyak netizen melihatnya dari sisi humor di balik kesalahpahaman tersebut. Namun banyak pula yang mengatakan mereka akan berpikiran sama jika menemukan sosok mengapung.
"Yup, saya juga akan melakukan kesalahan yang sama. Jika saya sedang memancing sendirian di malam hari dan melihatnya saya akan kencing di celana," kata seorang netizen.
Ada pula yang menyalahkan orang yang membuang boneka seks tersebut ke laut.
"Ini pasti lucu, tapi tidak menyenangkan bagi petugas layanan darurat. Buang sampah Anda dengan benar, teman!"
Di Jepang, membuang boneka seks dapat dilakukan dengan cara jauh lebih ramah, yakni membayar jasa 'kremasi'.
Perusahaan Jepang The Human Love Doll Company menawarkan layanan kremasi boneka atas dasar keyakinan, boneka dibuat untuk dicintai. Upacara pemakaman dipimpin biksu menelan biaya lebih dari 50.000 yen atau sekitar Rp6,5 juta.
Editor: Cahya Sumirat