Pesta Panen di Bone Bolango Persembahkan Tari KsitiShri, Berisi Pesan Perempuan Merawat Bumi
Menurut dia, karya itu untuk mengkritisi kondisi kehidupan para petani yang sederhana namun dicekoki dengan beragam program, termasuk dijadikan pasar oleh para produsen benih, pupuk kimia, racun serangga, hingga racun rumput.
Ia menjelaskan KsitiShri merupakan gabungan dua kata atau nama yaitu Ksiti atau Siti yang berarti tanah, bumi, pertiwi, dan Shri atau Sri berarti sang dewi padi atau padi itu sendiri.
“Keduanya adalah ibu kehidupan, karena itu tanah dan padi menjadi gagasan utama dalam pertunjukan ini,” katanya.
Karya instalasi bambu hasil kerja komunitas Huntu Art Distrik (HartDisk), sebuah komunitas seni warga yang berpusat di Desa Huntu Selatan, mempertegas makna pertunjukan itu.
“KsitiShri menjadi pengingat para petani dan mereka yang bersimpati pada kehidupan agraris, bahwa kesederhanaan akan terasa lebih bermakna, menyintai bumi tanpa lecutan target produktifitas ekonomi, tanpa racun serangga, tanpa racun rumput, tanpa bahan kimia,” ujarnya.