Penyebab Banjir Bandang Tewaskan 7 Orang di Sitaro, Hujan Lebat Tanpa Henti selama 5 Jam
Sementara di Kecamatan Siau Timur dampak banjir lebih parah. Berdasarkan data sementara, enam orang meninggal dunia, 18 warga mengalami luka-luka serta satu orang masih dalam pencarian.
Selain menelan korban jiwa, banjir mengakibatkan kerusakan serius pada permukiman warga dan sejumlah gedung perkantoran. Salah satu fasilitas yang terdampak parah adalah Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro. Material banjir berupa batu, tanah, dan kayu menumpuk di area markas kepolisian.
“Mako Polres Kepulauan Sitaro tertimbun material berupa batu, tanah dan kayu menutupi setengah Mako Polres. Lima puluh persen gedung Mako bersama fasilitas penunjang dalam keadaan tertimbun material,” kata AKBP Iwan Permadi.
Saat ini, personel Polres dan Polsek Kepulauan Sitaro bersama warga setempat terus melakukan evakuasi terhadap masyarakat terdampak ke lokasi yang lebih aman.
Kapolres menambahkan, akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus akibat tertutup material banjir. Namun, jalur tersebut kini sudah dapat dilalui kembali setelah dilakukan pembersihan.
“Akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus dan sudah dilakukan pembersihan sehingga sudah diakses kembali. Warga terdampak juga sudah dievakuasi ke Gedung Gereja Jemaat KGPM Batusenggo Lindongan I dan rumah-rumah warga Batusenggo yang tidak terdampak bencana,” ucapnya.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih bersiaga dan terus memantau perkembangan banjir bandang Kepulauan Sitaro, mengingat curah hujan yang masih berpotensi memicu bencana susulan.
Editor: Donald Karouw