Ngeri! Ancaman PHK di Industri Padat Karya Bisa Sentuh 2 Juta pada 2023
Muhadjir mengatakan konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia menyebabkan kebutuhan produk seperti sepatu dan juga garmen menurun di negara Eropa.
“Pasarnya sekarang sedang terjun bebas akibat konflik Ukraina sama Rusia ini, terutama Eropa. Jadi sekarang Eropa itu tidak beli baju, juga tidak beli sepatu. Tapi beli gas sama-sama setrum listrik, sama makan, sama untuk kebutuhan makan, sehingga turun drastis betul (ekspor),” ujarnya.
Sehingga menurutnya perusahaan harus menurunkan volume produksinya di bawah 60 persen. Hal ini, yang menyebabkan pengurangan tenaga kerja atau PHK.
“PHK itu peluangnya katanya sekarang ini volume produksinya sudah dibawah 60 persen, di bawah 60 persen,” katanya.
Muhadjir pun mengatakan beberapa perusahaan bahkan sudah ada yang memangkas jam kerjanya menjadi 3-4 hari yang biasanya 7 hari kerja. Atas kondisi tersebut, dikhawatirkan akan menambah warga miskin baru.