Mensos Risma Ajak Korban Banjir Manado Bersedia Direlokasi
Pada Januari 2021 lalu, masa-masa awal menerima amanah sebagai Mensos, dia pernah berkunjung ke Kota Manado untuk meninjau bencana serupa dengan dampak yang tidak jauh berbeda daripada bencana yang terjadi saat ini.
Jika hal ini tidak diindahkan, Mensos memperingatkan, bukan tidak mungkin, dampak yang ditimbulkan lebih parah dan korban berjatuhan akan lebih banyak dari waktu ke waktu.
Hal ini dikarenakan kontur tanah yang tidak memadai sebagai tempat bermukim.
"Kalau lihat kontur lahan seperti ini, memang itu sangat riskan, engga layak untuk ditinggali. Jangan karena kita berdalih, apapun alasannya, kemudian engga mau pindah. Akhirnya, ada korban lagi. Ayolah, apa yang mau kita cari lagi?" ujar Menteri.
Melalui perbincangan dengan Wali Kota Manado, dan beberapa Forkopimda yang turut hadir mendampingi Mensos, Pemkot Manado sedianya telah menyiapkan hunian bagi warga yang tinggal di area rawan bencana banjir dan tanah longsor.
"Setelah saya berdiskusi dengan Pak Wali, terkait bagaimana mereka yang kondisi rumahnya berbahaya, itu (Pemkot) sudah siapkan tempat, ada 3.000 unit," kata Mensos.
Terlepas dari faktor apapun yang melatarbelakangi warga enggan pindah ke hunian tersebut, Mensos menginginkan warga tetap utamakan keselamatan.
"Yang utama, yang harus kita pikirkan adalah keselamatan. Keselamatan itu di atas segala-galanya. Kalau tidak antisipasi dari sekarang, kemudian terjadi musibah, semuanya bisa habis seketika," ujarnya.
Editor: Cahya Sumirat