Menanti 75 Tahun, Warga Sulut di Perbatasan Akhirnya Bisa Menikmati Listrik
MANADO, iNews.id - Warga Desa Kawio, Kecamatan Marore, Kabupaten Kapulauan Sangihe harus menunggu hampir 75 tahun sejak Indonesia merdeka untuk bisa menikmati listrik. Penantian warga yang berada di perbatasan Sulut (Indonesia) dan Filipina akhirnya terwujud setelah PT PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) memasukkan jaringan listrik di pulau tersebut.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo Leo Maria Basuki Bremani mengatakan, sudah menjadi komitmen PLN untuk melistriki desa-desa hingga ke ujung negeri. Dengan masuknya listrik, sebanyak 52 sambungan rumah yang sudah mendaftar kini bisa mendapat penerangan. Sementara beberapa calon pelanggan lainnya akan segera menyusul.
"Kami menempuh perjalanan sekitar 16 jam menggunakan kapal laut Perintis Sabuk Nusantara 109 dari Pelabuhan Tahuna hingga akhirnya tim PLN sampai ke lokasi untuk penyalaan listrik desa," ujar Leo, Jumat (26/6/2020).
Dia mengatakan, ini merupakan wujud keyakinan dan tekad PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi seluruh warga atau rasio elektrifikasi mencapai 100 persen sebelum HUT ke-75 Kemerdekaan pada Agustus mendatang.
"Program listrik desa ini selain untuk mendukung pemerintah merupakan program PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi. Diharapkan masyarakat di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T) dapat menikmati manfaat listrik untuk peningkatan perekonomian di perbatasan," katanya.