Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Calang Aceh Jaya, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Masuk Zona Kerentanan, Benarkah Ambruknya Jembatan di Amurang akibat Likuefaksi?

Jumat, 17 Juni 2022 - 10:45:00 WIB
Masuk Zona Kerentanan, Benarkah Ambruknya Jembatan di Amurang akibat Likuefaksi?
Daerah pesisir.pantai Amurang yang terdampak abrasi. (Foto: Subhan Sabu)
Advertisement . Scroll to see content

MANADO, iNews.id - Ambruknya jembatan di Amurang, Minahasa Selatan (Minsel) pada Rabu (15/6/2022) akibat abrasi pantai. Namun, beredar kabar bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh likuefaksi.

Berdasarkan peta zona kerentanan likuefaksi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) skala 1:250.000, yang dikeluarkan Badan Geologi, Pusat Airtanah dan Geologi Tata Lingkungan tahun 2019 sekaligus data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kawasan di bibir pantai Amurang itu masuk zona kerentanan likuefaksi tinggi dan zona kerentanan likuefaksi sedang.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulut, Edward H Mengko mengatakan bahwa  dari data BMKG, pada saat sebelum dengan saat kejadian, curah hujan di wilayah itu ringan.

"Data curah hujan, curah hujannya ringan pada saat sebelum dengan saat kejadian baik itu di lereng gunung soputan yang sungainya bermuara di lokasi kejadian yaitu sungai ranowangko," kata Mengko, Jumat (17/6/2022).

Curah hujan di Amurang dan sekitarnya juga menunjukkan hujan ringan atau rintik-rintik. Curah hujan di hari kejadian tersebut menunjukkan data yang kecil sekali.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut