Mapalus, Contoh Budaya Daerah Minahasa yang Masih Lestari
Dengan tegas pula disampaikan, bahwa manusia hidup untuk bekerja bersama berke-Tuhan-an, bukan bekerja sendiri tetapi bekerja bersama (working togetherness), bukan bekerja bersama mengandalkan atau untuk kepentingan hidup material tetapi bekerja bersama atas amanat Opo Empung, Opo Rengan rengan, Opo Wailan, atau nama lainnya, dalam bahasa daerah Minahasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Selain itu, setiap memulai dan menyelesaikan/memperoleh hasil pekerjaan harus dilakukan upacara sakral yang dipimpin oleh Walian (pemimpin keagamaan dalam Agama Tua).
Sebelum upacara dilaksanakan harus mendengar suara burung manguni atau melihat tanda-tanda alam lainnya atau cara lainnya, sebagai petunjuk Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat melalui Walian atau Pemimpin masyarakat (Tonaas).
Perlu diketahui pula, kegiatan Mapalus ini dilakukan oleh kelompok masyarakat cukup beragam. Hal ini sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan kelompok Mapalus yang ada pada suatu daerah itu.
Namun intinya, kegiatan Mapalus umumnya memiliki tujuan untuk saling membantu satu sama lain dalam anggota Mapalus, baik membantu dalam suasana senang (ucapan syukur atas hasil bumi) maupun dalam suasana duka (meninggal dunia).