Mantan Reporter Militer Divonis 22 Tahun Penjara atas Tuduhan Makar dan Pengkhianatan
"Saya cinta kalian semua!" kata Safronov kepada para pendukungnya.
Sebelumnya, Safronov dituduh membocorkan rahasia militer kepada intelijen Ceko dan seorang warga negara Jerman. Sebaliknya, dia bersikeras tidak bersalah.
Dia beralasan mengumpulkan semua informasi dari sumber terbuka sebagai bagian dari pekerjaan jurnalistiknya. Dia juga tidak melakukan sesuatu yang ilegal.
Dalam pernyataan terakhirnya di persidangan pekan lalu, Safronov menolak tuduhan itu sebagai hal yang tidak masuk akal. Dia menegaskan, semua informasi yang diterbitkan merupakan kumpulkan dari narasumbernya di lembaga pemerintah dan industri militer.
Dia juga mengaku tidak pernah memiliki akses ke dokumen rahasia. Penyelidik telah gagal memberikan kesaksian untuk mendukung tuduhan spionase.
Safronov menggambarkan hukuman panjang yang diminta oleh jaksa sebagai sesuatu yang mengerikan. Hukuman tersebut akan menodai citra negara dengan menunjukkan bahwa seorang jurnalis dihukum hanya karena melakukan pekerjaannya.