Leher Tegang dan Pusing Bisa Muncul usai Makan Hidangan Tinggi Lemak, Kok Bisa?
Pada mereka yang mudah mengalami konstipasi atau sembelit, maka akan semakin berat konstipasinya dan begitu juga orang-orang yang mudah terkena diare, lebih mudah diare setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak.
Inggrid menambahkan, gejala-gejala ini belum langsung berhubungan dengan kolesterol lantaran proses lemak dimetabolisme tubuh hingga akhirnya menjadi kolesterol membutuhkan waktu.
"Makanan begitu masuk ke dalam tubuh lalu dicerna itu masih sebagai lemak yang nanti menjadi asam-asam lemak, kemudian ada proses lagi metabolisme di dalam tubuh, nanti membentuk kolesterol, misalnya LDL, HDL, kilomikron juga termasuk di dalamnya," demikian jelas dia.
Mengutip laman Kementerian Kesehatan, kolesterol merupakan salah satu komponen dalam lemak yang diperlukan sebagai sumber kalori, membentuk dinding sel-sel tubuh, sebagai bahan dasar pembentukan hormon, vitamin D, getah empedu dan sebagainya.
Terdapat beberapa jenis kolesterol dalam bentuk lipid dan protein antara lain LDL (Low Density Lipoprotein) atau dikenal sebagai kolesterol jahat karena merupakan penyebab utama munculnya plak dalam pembuluh darah, HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol baik yakni mengangkut kelebihan kolesterol dari jaringan dan membawanya kembali ke hati untuk diproses kembali atau dibuang dari tubuh, VLDL (Very Low Density Lipoprotein) digunakan untuk energi dan pemindahan lemak.