Legenda Putri Lumimuut, Kisah Leluhur Etnis Minahasa
Karema dan Rumimoto menikah dan memiliki seorang putri yang diberi nama Lumimuut. Suatu hari Karema meninggal dunia dan Rumimoto memutuskan untuk membawa Lumimuut ke Manado.
Di Manado, Lumimuut tumbuh menjadi seorang putri yang cantik dan bijaksana. Dia kemudian menikah dengan seorang pangeran Minahasa dan menjadi ibu dari raja-raja Minahasa selanjutnya.
Versi legenda lainnya mengisahkan saat Lumimuut dan Karema mengadakan suatu upacara berdoa ke segala penjuru angin dan ketika mereka mengahadap ke arah barat, tiba-tiba Lumimuut dikaruniai benih dalam perutnya. Dia hamil dan melahirkan seorang putra yang dinamai Toar.
Karema sebagai ibu dari Lumimuut memerintahkannya dan Toar untuk mengembara dan membawa masing-masing sebuah tongkat. Jika mereka bertemu dan tongkat itu tidak sama panjang, berarti mereka tidak ada hubungan darah.
Suatu ketika dalam pengembaraan, mereka bertemu dan mengukur tongkat masing-masing dan tidak sama panjang. Akhirnya mereka menikah dan kembali ke tempat asal mereka untuk mencari Karema namun tidak pernah lagi menemukannya.
Saat ini Patung Toar dan Lumimuut berdiri di pusat Kota Manado. Patung ini dapat dianggap sebagai simbol persatuan/penggabungan Manado oleh orang Minahasa. Patung Toar dan Lumimuut juga terdapat di sejumlah lokasi objek wisata seperti di Minahasa dan Tomohon.
Editor: Donald Karouw