Iran Terus Kembangkan Kegiatan Nuklir, AS Tak Tinggal Diam
Iran sudah memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen berdasarkan kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan kekuatan dunia, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Hasil uranium yang diperkaya hingga 90 persen cocok untuk bom nuklir.
Pengembangan prorgam nuklir Iran ini mulai meningkat sejak mantan Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepatakan nuklir Iran 2015. Perjanjian tersebut kacau balau apalagi diperparah ketika Washington menerapkan sanksi kepada Iran.
Belakangan ada upaya untuk menghidupkan kembali JCPOA, namun hal itu tidak berjalan mulus. Kedua negara seperti ogah-ogahan dalam upaya meredam pengembangan nuklir dunia.
Teheran menyatakan Washington bertanggungjawab untuk kembali ke perjanjian awal dan mencabut sanksi pada negara mereka secara penuh. Sebaliknya, AS mengklaim Iran telah mengajukan tuntutan baru selama pembicaraan JCPOA.
Iran mengatakan mereka bisa saja dapat menghentikan kegiatan nuklirnya jika AS mencabut sanksi dan bergabung kembali dengan perjanjian.