Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane Sulut
Advertisement . Scroll to see content

Gereja Tertua di Sulawesi Utara, GMIM Sentrum Manado yang Pernah Dibom saat PD II

Jumat, 06 Oktober 2023 - 14:32:00 WIB
Gereja Tertua di Sulawesi Utara, GMIM Sentrum Manado yang Pernah Dibom saat PD II
GMIM Sentrum Manado, gereja tertua di Sulawesi Utara yang dibangun pada abad 16 oleh Belanda. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Pada masa Indische Kerk, pelayanan administrasi Gereja di Minahasa dan Bitung berpusat di Manado. Kemudian sejak 30 September 1934, Gereja Protestan di Manado, Minahasa dan Bitung dinyatakan berdiri sendiri dengan sebutan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Kedudukan kantornya pun tidak lagi di Manado, tapi dipindahkan ke Kota Tomohon.

Di masa penjajahan Jepang tahun 1942-1945, gereja tersebut pernah dijadikan markas Manado Syuu Kiri Sutokyop Kyookai (MSKK) yang dipimpin oleh Pendeta Jepang, Hamasaki.

Saat itu, Perang Dunia II sedang berkecamuk. Gereja Sentrum menjadi serangan bom pasukan Belanda bersama sekutunya hingga rusak dan harus direnovasi.

Pada lokasi pengeboman juga dibangun Monumen Perang Dunia II oleh NICA, badan penghubung pemerintah kolonial Belanda dengan Komdanto Tertinggi Sekutu di Pasifik. Arsitek pembangunannya Van den Bosch dari Belanda.

Pada tahun 1952, Gereja Sentrum yang merupakan artefak budaya ini dibangun kembali dan ditahbiskan 10 Oktober 1952. Bangunannya bercorak khas Gereja Protestan di Belanda yang berbentuk persegi sebagai simbol empat penjuru mata angin.

Bangunan GMIM Sentrum Manado telah beberapa kali direnovasi dan mengalami perubahan. Posisi mimbar yang sebelumnya menghadap ke utara dipindahkan dari utara menghadap ke timur, namun keaslian dinding dan pilarnya tetap dipertahankan.

Itulah gereja tertua di Sulawesi Utara yakni GMIM Sentrum Manado yang berada di pusat kota dan masih menjadi tempat ibadah masyarakat setempat.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut