DPRD Minta Jaminan Kesehatan Aparat di 123 Desa Terealisasi, APBD Anggarkan Rp1,6 Miliar
Aparat tersebut harus mendapatkan tindakan operasi untuk pengangkatan tumor (kista). Namun sangat disesalkan, jaminan kesehatan yang diperoleh ternyata tidak dapat dimanfaatkan.
Insiden yang sama pun pernah terjadi di Desa Popalo, Kecamatan Anggrek.
"Terpaksa aparat desa yang akan melahirkan di rumah sakit, harus membayar umum. Kami sangat menyesalkan kondisi ini sebab anggaran untuk BPJS Kesehatan telah masuk dalam APBD Kabupaten Tahun Anggaran 2022 sehingga hanya tinggal implementasi saja," katanya.
Perempuan berjilbab yang juga anggota Badan Anggaran DPRD tersebut berharap, anggaran jaminan kesehatan untuk aparat desa benar-benar diperuntukkan sesuai belanja yang telah ditetapkan.
Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap program jaminan kesehatan bagi aparat desa.
"Harus dapat dipastikan semua aparat desa benar-benar dapat memanfaatkan program jaminan kesehatan dengan optimal. Jangan sampai ada kekeliruan administrasi ataupun kendala teknis lainnya maka diharapkan dinas terkait segera memperbaiki," katanya lagi.
Ia pun berharap, agar pembayaran program jaminan kesehatan ke pihak BPJS oleh pemerintah daerah untuk aparat desa disetorkan tepat waktu sesuai anggaran yang tersedia.
Editor: Cahya Sumirat