Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Analisis BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Sangihe
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Hubungan Leluhur Indonesia-Filipina di Kepulauan Sangihe, Legenda Migrasi Pangeran Mindanao

Minggu, 04 Desember 2022 - 08:55:00 WIB
Cerita Hubungan Leluhur Indonesia-Filipina di Kepulauan Sangihe, Legenda Migrasi Pangeran Mindanao
Cerita hubungan leluhur Indonesia-Filipina di Kepulauan Sangihe ini terlihat dalam lomba Masamper anak Sangihe Rantau. (Foto: Humas Pemkab Sangihe)
Advertisement . Scroll to see content

Bahkan yang terakhir, tokoh Gumansalangi, kulano tua pendiri kedatuan Tampunganglawo (Sangihe) disebut sebagai seorang pangeran dari Mindanao, Filipina.

Gumansalangi katanya adalah legenda, mitos, sekaligus sejarah. Dikisahkan pada abad ke XII, Sultan Kotabato, Mindanao Selatan (Filipina) memerintahkan putra Mahkota, Gumansalangi, berlayar ke arah timur (Nusantara) untuk mendirikan kerajaan di sana.

Gumansalangi melakukan pelayaran kembali dari Molibagu melalui Pulau Ruang, Tagulandang, Biaro, Siau terus ke Mangindano (Mindanao-Filipina), kemudian balik ke Pulau Sangir–Kauhis dan mendaki Gunung Sahendarumang.

Mereka dan para pengikut mendirikan kerajaan Tampunglawo sebagai kerajaan tertua di Tabukan, yang pada periode selanjutnya melebar hingga ke seluruh kawasan kepulauan Sangihe dan Talaud.

Tokoh Gumansalangi sudah diceritakan berabad-abad lamanya di Kepulauan Sangihe melalui cerita lisan dari generasi kegenerasi secara turun-temurun. Sejak masuknya bangsa Eropa, cerita Gumansalangi mulai ditulis oleh para budayawan, sejarahwan, dan pemerhati sejarah dan kebudayaan Sangihe lainnya dalam bentuk tulisan-tulisan lepas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut